UNDIP Gelar Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026, Dorong Penguatan Talenta Menuju Indonesia Maju 2045

Semarang, 13 Januari 2026 – Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Beasiswa LPDP Tahun 2026 yang diperuntukkan bagi dosen muda dan mahasiswa tingkat akhir di lingkungan UNDIP. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Widya Puraya ini menghadirkan Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Ir. Dwi Larso, M.SIE., Ph.D., sebagai narasumber utama.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta unggul yang mampu bersaing secara global.

“UNDIP berkomitmen mendorong dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan peluang beasiswa LPDP sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas akademik dan reputasi internasional universitas,” ujar Wijayanto.

Sesi utama sosialisasi disampaikan oleh Ir. Dwi Larso yang memaparkan arah kebijakan dan transformasi LPDP tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa LPDP kini mengusung pendekatan impact-driven, yang menekankan kontribusi nyata penerima beasiswa terhadap pembangunan nasional.

“Kami tidak hanya membiayai pendidikan, tetapi juga menyiapkan pemimpin dan profesional yang mampu memberikan dampak strategis bagi Indonesia. LPDP bergerak dari education-centric menuju impact-driven,” tegasnya.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Skema Beasiswa LPDP 2026 mencakup program degree dan non-degree, antara lain Beasiswa STEM Industri Strategis, Beasiswa SHARE (non-STEM), Beasiswa Kemitraan (co-funding), Beasiswa Kerja Sama Khusus, serta program afirmasi dan parsial. Fokus utama LPDP pada tahun 2026 adalah penguatan bidang STEM dan STEM-related.

“Target kami, minimal 80 persen penerima beasiswa berada pada bidang STEM dan STEM-related sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri dan inovasi nasional,” jelas Dwi Larso.

Selain itu, LPDP juga memberikan perhatian khusus terhadap universitas unggulan dunia. Dalam pemaparannya, ia menyebutkan bahwa kandidat yang diterima di universitas unggulan memiliki nilai strategis dalam proses seleksi.

“Pendaftar yang telah diterima pada universitas unggulan akan memperoleh prioritas lebih dalam seleksi, tentu dengan tetap mempertimbangkan kualitas keseluruhan pelamar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa beasiswa LPDP bersifat pendanaan penuh (fully funded) yang mencakup biaya pendidikan, tunjangan hidup, biaya buku, asuransi kesehatan, hingga biaya pendukung lainnya sesuai ketentuan. Proses seleksi terdiri dari seleksi administrasi, tes bakat skolastik, serta seleksi substansi berupa esai dan wawancara.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Wakil Direktur Kemitraan dan Konektivitas Global UNDIP, Pulung Widhi Hari Hananto, S.H., M.H., LL.M., berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi lolos seleksi, persiapan dokumen, hingga peluang kerja sama dan skema pendanaan parsial.

Melalui kegiatan ini, UNDIP berharap semakin banyak dosen dan mahasiswa yang dapat mengakses Beasiswa LPDP serta berkontribusi dalam pembangunan nasional menuju visi Indonesia Maju 2045. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat konektivitas global dan pengembangan talenta unggul berbasis riset dan inovasi.